Sabtu, 18 Mei 2024

Desakan Masyarakat Kabupaten Bekasi Segera Ganti Pimpinan, Militer Putra Daerah Didukung Tampil Raih Tampuk Kekuasaan

BEKASI, HI -  Laksamana Pertama TNI Dr. Mohamad Ikhwan Syahtaria, S.T., S.E., M.M. merupakan anggota militer yang terbilang populer di kalangan masyarakat Bekasi. Dia akan menggantikan Dani Ramdan, Penjabat Bupati Bekasi yang habis masa jabatannya, Sabtu, 18 Mei 2024, hari ini.

Hal menarik, sebelum ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Bekasi, putra kelahiran Babelan Kabupaten Bekasi itu sempat meraih polling tertinggi pada survey 36 Top Person Bakal Calon Bupati Bekasi periode 2024-2029 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bekasi. 

"Tak disangka, hasil polling menempatkannya beliau lebih cepat menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bekasi," ungkap Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon.

Jendral Ikhwan, demikian panggilan akrab Wakil Dekan Bidang II Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan. Namanya menjadi sangat populer di lingkungan ASN Kabupaten Bekasi, Provinsi dan bahkan Pusat, karena merupakan satu-satunya di tahun 2024, perwira tinggi (pati) TNI yang masih aktif ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Bekasi (saat ini dalam proses alih status dr TNI mjd ASN/P3K)

Putra daerah asli kelahiran Babelan Kabupaten Bekasi itupun menjadi kebanggaan masyarakat karena mampu merubah stigma bocah Bekasi layak menjadi pemimpin di tanah kelahirannya.

Di kalangan ulama dan tokoh masyarakat, sosok Ikhwan sudah dikenal cukup baik. Selain aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial serta keagamaan, Jendral Ikhwan memiliki kepedulian tinggi terhadap Kabupaten Bekasi, tanah kelahirannya.

"Atas nama seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bekasi menyampaikan aspirasi untuk dapat dipertimbangkannya Dr. H.M Ikhwan Syahtaria sebagai Penjabat Bupati Bekasi," demikian penyampaian H. Turmudzi,  salah satu tokoh masyarakat yang menjadi  penasehat Forum Musyawarah Ulama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi.

Hal sama diungkapkan KH. Shalahuddin, M. Pdi, ulama kharismatik kelahiran Cikarang Barat yang menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cikarang Barat.

Melalui pesan voice note kepada Awak Media, KH Salahudin yakin kepemimpinan Laksma Ikhwan menjadi Penjabat Bupati Bekasi akan membawa perubahan baru. 

"Saya bangga putra daerah menjadi Penjabat Bupati Bekasi, ini awal yang baik dan Insya Allah seterusnya putra putra terbaik Kabupaten Bekasi membawa harum tanah kelahirannya," harap KH Salahudin.

Kepala SMAIT Nurul Fajri itu mengakui bahwa dirinya mengenal sosok Laksma Ikhwan dengan sangat baik.

"Saya akademisi, dan beliau akademisi juga, saya optimis dengan bekal pengetahuan, wawasan dan pengalamannya, Laksma Ikhwan  mampu mengemban amanah sebagai Penjabat (PJ) Bupati Bekasi dengan baik sebelum nanti terpilih Bupati definitif,"katanya.

"Dan tentunya kedekatan terhadap para tokoh masyarakat dan ulama akan menjadi sinergitas yang berguna bagi kemajuan Kabupaten Bekasi," imbuh Nurul Fajri.

Terpisah, Anwar Sanusi, Kepala Desa tiga periode di Desa Sukatenang Kabupaten Bekasi memastikan kemampuan militer dam jejaring yang dimiliki Laksma Ikhwan dapat mengantarkan Pilkada di Kabupaten Bekasi yang jurdil, aman dan kondusif.

"Sebagai Kepala Desa di wilayah utara Kabupaten Bekasi, saya mengenal baik pak Ikhwan Syahtaria dan mengapresiasi keputusan Mendagri yang sangat tepat menunjuk Laksma Ikhwan Syahtaria menjadi Penjabat Bupati Bekasi," ungkap Anwar Sanusi.  

Penasaran dengan sosok Laksma Ikhwan Syahtaria? Yuk, kenali sosoknya lebih mendalam...

Biografi Ikhwan Syahtaria

Masih ingat peristiwa tsunami Banten, Sabtu, 22 Desember 2018 ? Tsunami akibat letusan anak gunung Krakatau di selat sunda itu meluluhlantakkan wilayah pesisir Banten dan Lampung, termasuk resort yang menjadi tempat karantina para santri penghafal Al Quran sebelum diberangkatkan ke Turki.

Laksma Ikhwan Syahtaria panik dengan adanya Tsunami tersebut lantaran putra bungsunya, Mohamad Asyam Hasan Rafif (Icang) turut dikarantina di dalam bangunan resort. Berbekal kemampuan teritorial laut, Laksma Ikhwan Syahtaria berjuang keras demi menyelamatkan putra bungsu dan para santri yang terjebak akibat Tsunami.

"Alhamdulillah Mohamad Asyam Hasan Rafif dan teman-temen santri lainnya telah kembali ke tanah air dan lulus hafalan Al Quran 30 Juz. Saat ini Mohamad Asyam Hasan Rafif melanjutkan pendidikan di Universitas Presiden," tutur Ikhwan Syahtaria mengawali bincang-bincang dengan Awak Media lewat perkenalan putra putrinya satu persatu di Bekasi, Sabtu, 18 Mei 2024.

Selain mengenalkan Mohamad Asyam Hasan Rafif, putra bungsunya, Laksma Ikhwan Syahtari mengenalkan putra pertama  kedua dan putrinya yang ketiga.

"Alhamdulillah putra pertama dan putra kedua saya semuanya sudah lulus pendidikan Akademi TNI," ujar Laksma Ikhwan Syahtaria. 

Putra pertamanya yakni Lettu Laut Fahmi Hauzan Tarif saat ini bertugas di Mabes TNI Angkatan Laut, dan putra keduanya Lettu (Inf) Mohamad Yahya Hauzan Rafif sudah berdinas di Batalyon Raiders - 514 Bondowoso, Jawa Timur. 

"Anak saya ketiga, Putri Dewati Fauziah, alhamdukillah sudah bekerja di perusahaan swasta, dia lulusan Universitas AL Azhar," bebernya.

Laksma Ikhwan tampak bangga mengenalkan putra putrinya. Dia pun mengenang masa kecilnya saat dalam kedua orangtua, pasangan H. Engkoy Syahtaria bin Basri dan Hj Samsinah binti Hulaimi.

Diakui Ikhwan Syahtaria, peran kedua orangtuanya memberi pengaruh besar terhadap keberhasilannya. "Beliau mengajarkan patriotisme bekasi dan mengingatkan pentingnya pendidikan terhadap kemajuan bangsa," ujarnya.  

Ikhwan Syahtaria lulus pendidikan dasar tahun 1980 di SDN 1 Babelan dan melanjutkan ke SMPN 1 Babelan Th 1983 hingga lulus SMAN 1 Bekasi tahun 1986. 

Selepas SMA, Ikhwan Syahtaria bisa dibilang jauh melesat dibanding teman-teman seangkatannya. Dia pun melanjutkan pendidikan ke Akademi Kehakiman dan Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) Angkatan 22, cuma setahun di AKIP lalu pindah dan mencoba ikut seleksi AKABRI Laut lulus tahun 1990. 

Dua gelar S-1 kemudian disandang Ikhwan Syahtaria. Masing-masing didapat dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan laut (STTAL) tahun 1997 dan STIE Surabaya lulus tahun 2006.

Tak lelah menimba ilmu, Ikhwan Syahtaria melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan melabuhkannya di UPN Veteran Jakarta jurusan Manajemen Operasi dan Industri hingga memperoleh gelar S-2 tahun 2002.

Tak putus sampai gelar S-2, Ikhwan Syahtaria melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar S-3 di Universitas Negeri Jakarta tahun 2013.

Penjelajahan ilmiah yang dirambah dari beberapa universitas dengan masing-masing kejuruan tak membuat Ikhwan Syahtari lantas tinggi hati. Ikhwan Syahtaria tetap merendah diri dan masih senang berbaur dengan siapapun tanpa ada batasan ekonomi maupun sosial.

Begitupun dengan teman-temen semasa SD, SMP dan SMA, Laksma Ikhwan Syahtaria aktif berkomunikasi, berkontribusi dan menjadi panutan. 

Beberapa usaha kecil dan menengah juga dibentuk Ikhwan Syahtaria bersama teman-temannya itu, seperti budidaya jamur, tambak ikan, pertanian dan koperasi. 

"Berkaca pada keberhasilan pak Ikhwan menghantarkan putra putrinya meraih sukses dan berhasil mereguk harmoni sepenuhnya dalam keluarga seharusnya menjadi prasyarat mutlak calon pemimpin negeri," timpal Turmudji secara terpisah melalui seluler. 

Narasi tersebut, lanjutnya, merupakan parameter keberhasilan seseorang manakala dirinya mendapat amanat sebagai pemimpin bagi rakyat. 

"Terlebih, sosok Ikhwan Syahtaria di mata sahabat lama dan sahabat barunya merupakan figur dermawan yang number, sederhana, rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari yang lain. 

"Panutan dech," demikian komentar teman-temennya tentang sosok Ikhwan Syahtaria. 

Di akhir perbincangan, Laksma Ikhwan Syahtaria mengungkapkan harapannya sebagai putra daerah asli kelahiran Kabupaten Bekasi.

"Sebagai bocah Bekasi tulen, saya ingin menunjukkan jati diri kebekasian yang patriotis, tidak disepelekan dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara". 

"Terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Bekasi yang sudah mengusulkan saya sebagai Penjabat Bekasi, dalam masa kepemimpinan yang singkat ini mari kita membuka diri, berkontribusi terhadap kemajuan daerah yang kita tempati," pungkasnya. 

Berikut riwayat pendidikan militer dan riwayat penugasan Laksamana Pertama Dr. Moh. Ikhwan Syahtaria, S.T., S.E., M.M:

RIWAYAT PENDIDIKAN MILITER

AKABRI Laut Angkatan 36 tahun 1990

Dikpasis Angkatan III tahun 1991

SESKOAL Angkatan 41 tahun 2003

Diklat Pemeriksaan Manajemen Keuangan tahun 2005

Sus Ahli Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah tahun 2008

Suskat Manajemen Han Neg Eksekutif tahun 2014

Competence Based Interview tahun 2014

Diklat Pembentukan Auditor Ahli tahun 2018

Suskat Lemhanas RI tahun 2020

RIWAYAT PENUGASAN

ARMATIM /KRI Fatahilah-361, KRI Teluk Mandar tahun 1991-1994

MABESAL/DISKUAL (Staf Kupus/Keuangan Pusat) tahun 1997-2003)

AAL/ Bendaharawan (PEKAS) tahun 2004-2006

MABESAL/DISKUAL/KABAGMINPERS tahun 2006-2008

MABESAL/DISKUAL/BENDAHARAWAN KUPUS (PEKAS) tahun 2008-2010

MABESAL/DISDIKAL/KASUBDIS OPSDIK tahun 2010-2014

MABESAL/SPERSAL/PABAN IV/KOMKINPERS tahun 2014

MABESAL/DISMINPERSAL/KALAPETAL tahun 2014-2016

KOARMABAR/SAHLI PANGLIMA ARMADA tahun 2016-2017

MABESAL/INSPEKTORAT TNI AL tahun 2017-2018,

KEMHAN/UNHAN/FMP/KAPRODI S2 KETAHANAN ENERGI tahun 2018-2020

KEMHAN/UNHAN/DOKTORAL/KAPRODI S3 (STRATEGI) tahun 2020-2023

KEMHAN/UNHAN/FAK KAMNAS/WADEK Bidang KUUM, Januari 2024.

(Red) HI

Senin, 13 Mei 2024

Tak Penuhi Unsur, Sidang Majelis Pemeriksa Pelanggaran Administrasi Pemilu Bawaslu Banten Tolak Laporan Cosmas Cs


BANTEN, HI - Bawaslu Provinsi Banten melalui Majelis Pemeriksa dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu, bacakan hasil putusan atas pelaporan tim Bonnie Triyana an Cosmas Joharudin mengenai dugaan Pelanggaran Administratif Pemilu, pada Senin, (13/5/2024).

Dalam putusannya, majelis pemeriksa membacakan hasil secara keseluruhan berdasarkan laporan pelapor dan jawaban para terlapor, juga hasil tim investigasi Bawaslu, berikut keterangan saksi dan ahli.

Terlapor diantaranya Tiarahmania sebagai terlapor 1, juga diikuti ke 12 terlapor lainnya diantaranya penyelenggara tingkatan PPK (Lebak dan Pandeglang) yang didalilkan oleh pelapor dalam dugaan pelanggaran administratif pemilu 2024.

Pembacaan putusan yang dibacakan di kantor Bawaslu Provinsi Banten tersebut, disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal yang secara bergantian bersama jajaran anggota. Sidang tersebut pun berlangsung sejak pukul 11:00 hingga 12:00 WIB dan terbuka untuk umum melaui saluran Live Streaming YouTube Bawaslu Provinsi Banten.

Kemudian hasilnya, setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan dan persidangan diputuskan secara sah dan meyakinkan, bahwa Tia Rahmania selaku salah satu terlapor tidak terbukti melakukan Pelanggaran Administratif Pemilu dan Juga Pidana Pemilu yang Tim Media dapatkan keterangannya dari Penyelenggara Pemilu berdasarkan surat putusan dengan status laporan tidak ditindak lanjuti karena tidak memenuhi unsur Pidana Pemilu. Kedua putusan tersebut juga telah di tandatangai oleh Majelis Pemeriksa Bawaslu Provinsi Banten.

Adi Firman selaku ketua Tim Pemenangan Tia Rahmania saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Ya, sudah clear, memang sebagaimana seharusnya dan semestinya. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bawaslu Provinsi Banten telah menangani perkara ini dengan sangat baik," katanya.

Ketika di tanya mengenai 8 PPK yang dikenakan sanksi teguran, Adi menjelaskan bahwa itu soal Administratif pemilu soal tatacara dan tekhnis pelaksanaan, bukan penggelembungan tolong dicatat.

"Ketika ada kesalahan satu dua soal administratif. Kita tahu kemarin beratnya tugas mereka karna lelah ya wajar kalau ada sanksi teguran, Tidak lebih dari itu. Pidana Pemilu kan ga ada, jadi jangan membelokan opini. Coba baca aja deh hasil putusannya biar ga halu dan jelas. Dan Lagian ga ada tuh ratus ratus seperti dalil yang mereka tuduhkan," jelasnya.

Sementara sebelum berita ini di tayangkan, Awak Media terus mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait khususnya pelapor untuk dimintai tanggapannya namun hingga saat ini pihak bersangkutan belum berhasil dihubungi.
 
(Bustomi) HI

Selasa, 07 Mei 2024

Duet Faizal Hafan Farid Dan Ade Kuswara Kunang Berikan Edukasi Parlemen Mahasiswa, Rektor UPB : Edukasi Ini Tak Ada Program di Kampus Manapun, Saya Sangat Berterima Kasih


BEKASI, HI - Rektor Universitas Pelita Bangsa (UPB), Hamzah Muhammad Mardi Putra, S.K.M., M.M., D.B.A menyambut baik kolaborasi dan sinergi dua legislator asal Kabupaten Bekasi, H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.SI dan Ade Kuswara Kunang, S.H dalam acara Edukasi Parlemen Menciptakan Legislator Muda Penyongsong Perubahan Bangsa di Aula Kampus UPB, Selasa, 7 Mei 2024.

"Kami sangat menyambut baik sinergi dan kolaborasi antar dua lembaga legislatif dari tingkat Provinsi Jawa Barat ada bapak Faizal Hafan Farid dan dari tingkat Kabupaten Bekasi ada bapak Ade Kuswara Kunang," kata Hamzah Muhammad Mardi Putra saat membuka acara.

Hamzah berharap adanya edukasi parlemen dapat memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang peran akademisi terhadap pemerintahan, kewenangan dan fungsi-fungsi legislatif.

"Edukasi ini tidak ada programnya di Kampus manapun, kami sangat sangat berterimakasih atas kesediaan bapak bapak dewan datang ke UPB".

"Kami akan merasa bangga jika peran akademisi, dalam hal ini UPB diikutsertakan dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Bekasi khususnya dan Provinsi Jawa Barat utamanya," harap rektor muda berusia milenial tersebut.

Dalam kesempatan pemaparan, H. Faizal Hafan Farid memberi pemahaman tentang proses demokrasi dan politik yang berlangsung di parlemen, serta trias politika sebagai landasan dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Selain memberikan edukasi, Faizal Hafan Farid menyampaikan perlunga kontribusi akademisi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan citra legislatif.

Acara yang diikuti sekitar 500 mahasiswa dari 2 program studi, ekonomi dan hukum menghadirkan Legislator Muda, Ade Kuswara Kunang, S.H.

"Pak Ade Kuswara Kunang ini sosok muda yang berhasil duduk di DPRD dengan perolehan suara terbanyak pada usianya yang belum 30 tahun, dan sekarang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi," ungkap Humas Universitas Pelita Bangsa, Nining Yuningsih, S.PD., M.M.

Tampil sebagai host, akademisi asli Kabupaten Bekasi itu tampil memikat dan mengundang reaksi mahasiswa mahasiswi UPB untuk berinteraktif dengan kedua legislator tersebut.

Dalam sambutannya, Ade Kuswara Kunang merasa bangga tampil di hadapan mahasiswa mahasiswi UPB, para dosen, dekan dan rektor.

"Momen saat ini mengingatkan saya saat masa-masa kuliah sepuluh tahunan lalu, sungguh terharu," ungkap Ade Kuswara Kunang.

Dirinya pun mengaku bangga hadir berdampingan dengan politisi senior H. Faizal Hafan Farid.

"Beliau sosok bijaksana, chemistry kami sangat erat, saya bangga bisa duduk bareng beliau hari ini," ungkap Ade kuswara Kunang.

Usai session dialog, kegiatan Edukasi Parlemen bersama DPRD Jawa Barat dilanjutkan seremonial foto bersama dan penyerahan cindera mata berupa buku hasil karya Faizal Hafan Farid kepada mahasiswa dan rektor UPB. 
 
(*) HI

Lepas Sambut Asintel Kasdivif 2 Kostrad Dan Tradisi Laporan Korps Pamen Divif 2 Kostrad Dipimpin Pangdivif 2 Kostrad

JAWA TIMUR, HI - Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Anton Yuliantoro, memimpin jalannya acara Lepas Sambut Asintel Kasdivif 2 Kostrad dan Tradisi Laporan Korps Pamen Divif 2 Kostrad, yang dilaksanakan di Hall bawah Madivif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang. pada Selasa (07/05/2024).
 
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Irdivif 2 Kostrad, Asren Divif 2 Kostrad, para Asisten Kasdivif 2 Kostrad dan para Irut Itdivif 2 Kostrad, para Dansatjar Divif 2 Kostrad dan Perwira Staf Divif 2 Kostrad Serta Ketua Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad beserta pengurus.
 
Dalam penyampaiannya Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad mengatakan bahwa, "Serah terima jabatan di lingkungan TNI AD, khususnya di lingkungan Divisi Infanteri 2 Kostrad merupakan proses alamiah dalam konteks manajemen organisasi, sehingga mekanisme pergantian jabatan senantiasa mengacu pada prinsip pembinaan personel dan pembinaan satuan yang saling berkaitan satu sama lain, " kata  Mayjen TNI Anton Yuliantoro
 
"Hal ini bertujuan untuk mendorong semangat pembaruan dan penyegaran pola pikir sehingga mampu meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas organisasi serta pengembangan karier bagi Perwira yang bersangkutan,"ungkap Pangdivif 2 Kostra.
 
Dalam amanatnya, Pangdivif 2 Kostrad mengungkapkan, “Ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., beserta istri dan Letkol Inf Septivan Adrianto, beserta istri atas segala dedikasi dan pengabdiannya yang telah ditunjukkan selama melaksanakan tugas di Satuan Divisi Infanteri 2 Kostrad. Selamat bertugas dan semoga sukses di tempat pengabdian yang baru, jadikan pengalaman tugas selama ini untuk menambah wawasan dalam meraih keberhasilan’, tuturnya.
 
“Selamat datang di Divisi Infanteri 2 Kostrad kepada Letkol Inf Setyo Budiyono, beserta istri. Selamat atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat. Pengangkatan Jabatan ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, gunakan seluruh tenaga dan kemampuan dalam bekerja demi kemajuan Satuan Divisi Infanteri 2 Kostrad dengan penuh rasa tanggung jawab”, pungkas Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Anton Yuliantoro.
 
(Tukijo) HI

Senin, 06 Mei 2024

Musrenbangnas Tahun 2024 Bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan”, Mendagri : Uang APBD Hanya Untuk Memancing Swasta bangkit!


JAKARTA, HI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) merupakan wadah sinkronisasi perencanaan pembangunan pemerintah pusat dan daerah. Hal ini disampaikannya dalam Musrenbangnas Tahun 2024 bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan” di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (6/5/2024).

“Kita harus ingat bahwa tahun ini adalah tahun terakhir masa pemerintahan 2019-2024, berarti kita sudah harus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029,” katanya.

Mendagri menjelaskan pentingnya penerapan prinsip top down dan bottom up dalam menyusun rencana pembangunan di tingkat pusat dan daerah. Pasalnya, prinsip ini merupakan implementasi dari upaya sinkronisasi dokumen perencanaan antara pemerintah pusat dan daerah.

"Namanya musyawarah jadi kita [harus] bermusyawarah antara pusat dan daerah untuk mensinkronkan perencanaan pembangunan, baik tingkat nasional, tingkat provinsi, kabupaten/kota,“ tambahnya.

Ia menerangkan, prinsip top down dalam menyusun perencanaan mengacu pada instansi pemerintahan yang berada di tingkat atas yang diikuti oleh instansi di bawahnya. Sedangkan bottom up berfokus pada mendengarkan aspirasi, kebutuhan, dan usulan dari tingkat bawah yang dilanjutkan ke tingkat atas.

Mendagri menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan dalam menyusun perencanaan pembangunan di daerah yaitu optimalnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik dalam pendapatan maupun belanja.

Karena itu, selain merealisasikan belanja tepat sasaran, Pemda juga perlu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jadi jangan hanya mikirin bagaimana caranya habisin APBD, no, tapi bagaimana untuk membuat APBD itu postur PAD-nya meningkat,” jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan PAD, tambah Mendagri, Pemda perlu menghidupkan sektor swasta. Upaya itu dapat dilakukan dengan mempermudah perizinan, memperjelas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan mempermudah pembuatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
 
“Kita membuat birokrasi menjadi lebih mudah untuk swasta hidup, uang APBD itu hanya untuk memancing swasta bangkit,” ujarnya.

Terakhir, Mendagri berharap seluruh jajaran Pemda agar dapat menyusun perencanaan pembangunan yang baik, terutama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
 
 “Mudah-mudahan nanti Musrenbangnas ini bisa betul-betul menjadi bekal teman-teman [Pemda] untuk menyusun dokumen perencanaan, baik yang jangka menengah lima tahunan, RPJMD maupun RKPD daerah masing-masing,” pungkasnya.
 
(Taufan) HI


HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

POSTINGAN UNGGULAN

Himbau Desiminasi Media Berkualitas, Ketum SMSI Firdaus : Demi Pilkada Serentak 2024 Yang Aman, Tertib Dan Damai

  Irwan Awaluddin Dan ketum SMSI, Firdaus   JAKARTA, HI - Pesta Demokrasi yang ditandai dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara sere...


POSTINGAN POPULER



POSTINGAN LAINNYA