Minggu, 10 Agustus 2025

Hasil Dua Penggerebegan Dilokasi Berbeda Polisi Bungkus Dua Tersangka Bandar Narkoba, Sementara SNG Dalam Perburuan

SUMATERA UTARA, HI – Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Simalungun kembali menunjukkan kinerja profesionalnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya. Melalui operasi cepat dan terukur, petugas berhasil mengungkap jaringan narkoba lintas kota dan mengamankan barang bukti sabu dengan berat bruto 51,75 gram, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Minggu (10/8/2025).

Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Henry Salamat Sirait saat dikonfirmasi Awak Media pada Minggu, 10 Agustus 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. 

“Polri hadir untuk masyarakat. Setiap laporan yang kami terima akan kami tindak lanjuti secara profesional demi melindungi generasi dari bahaya narkoba,” ujar Henry.

Henry menerangkan bahwa, operasi penangkapan dilakukan pada Rabu, 6 Agustus 2025, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Di mana lokasi penangkapan? Polisi melakukan dua penggerebekan di lokasi berbeda.

"Pertama di sebuah rumah di Pondok 5, Nagori Lumban Gorat, Kecamatan Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun; dan kedua di sebuah kamar Kost Zam Zam di Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar," terangnya.
 
"Petugas menangkap dua tersangka, yakni Diki Wijaya (26), seorang wiraswasta asal Pondok 5 Lumban Gorat, dan Agus Salim (52), seorang nelayan asal Tanjung Balai," sambung Henry

Kasat Narkoba Polres Simalungun juga memaparkan terkait bagaimana kronologi penangkapan berlangsung.

“Sekitar pukul 15.00 WIB, kami mendapat informasi dari warga bahwa di sebuah rumah di Pondok 5 sering terjadi transaksi sabu. Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pengintaian,” paparnya.

"Pukul 16.00 WIB, lanjutnya,"Personel Sat Narkoba melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan berhasil mengamankan Diki Wijaya. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu di dalam lemari kamar pelaku."

“Saat diinterogasi, Diki mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya dan diperoleh dari seseorang bernama Agus Salim,” ungkap Henry.

Petugas kemudian melakukan pengembangan ke lokasi Kost Zam Zam di Kota Pematang Siantar, tempat AS tinggal. 

"Disana, polisi menemukan Agus Salim bersama barang bukti sabu yang diletakkan di atas meja kamarnya. Agus pun mengakui sabu tersebut miliknya," kata Kasat Narkoba Polres Simalungun.

Lanjutnya,“Agus menyebut sabu itu diperolehnya dari seseorang bernama Sinaga yang berdomisili di Kota Tanjung Balai. Ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” jelas Henry.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka meliputi 11 paket besar sabu, 8 paket kecil sabu, dua unit ponsel Android merk Oppo, satu timbangan digital, satu bal plastik klip kosong, dan satu tas kecil warna coklat. Total berat sabu yang disita mencapai 51,75 gram bruto.

Henry menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah prioritas utama Polres Simalungun demi menyelamatkan masa depan generasi muda. 

“Peredaran narkoba adalah ancaman nyata bagi kamtibmas. Jika dibiarkan, akan merusak tatanan sosial dan meningkatkan kriminalitas,” tegasnya.

Setelah penangkapan, polisi segera membawa tersangka ke Mako Polres Simalungun, menerbitkan laporan polisi, melakukan pemeriksaan mendalam, menggelar perkara, dan memproses kasus ini hingga ke Jaksa Penuntut Umum. 

“Semua langkah kami tempuh sesuai prosedur hukum yang berlaku, sehingga hasilnya sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Kasat Narkoba Polres Simalungun.

Ia pun mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada Kepolisian.

“Kunci keberhasilan ini adalah kerja sama antara polisi dan warga. Identitas pelapor kami rahasiakan demi keamanan,” tandas Sirait..

Dengan pengungkapan ini, Sat Narkoba Polres Simalungun menunjukkan komitmennya untuk terus memerangi narkoba tanpa pandang bulu, termasuk membongkar jaringan antarwilayah yang beroperasi di Simalungun. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi serupa secara berkesinambungan. 

“Kami tidak akan berhenti sampai peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Simalungun benar-benar tuntas,” tutup AKP Henry Salamat Sirait.


(Ucok) HI



Kamis, 07 Agustus 2025

Minggon TA 2025, Berbekal Dukungan Warga Dan Kelanjutan Program, Kades Samsu Dawam Siap Maju Pilkades 2026


KABUPATEN BEKASI, HI - Desa Karang Asih menggelar Rapat Minggon tahun anggaran 2025 membahas tentang berbagai hal termasuk Bimtek, persoalan sampah, persiapan menyambut HUT RI ke 80 serta kesiapan Kades untuk ikut kembali dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Karang Asih untuk periode berikutnya di Aula Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (7/8/2025).
 
Dalam penyampaian pidatonya Kepala Desa Karang Asih, Samsu Dawam selain membahas tentang persiapan Bimbingan tekhnis (Bimtek) untuk para ketua RW dan Rt serta perangkat Desa. Ia juga membahas tentang penanggulangan persoalan sampahyang menjadi momok Desa Karang Asih dan menjadi prioritas utama persoalan yang belum terselesaikan dengan tuntas hingga saat ini serta menjadi PR bagi Kepala Desa.
 
"Saya akan membeli alat penanggulangan sampah untuk masyarakat, terus mesin itu bisa di pindah-pindah..bobotnya satu kwintal, perhitungannya setengah sampai satu jam. jadisatu hari itu bisa memusnahkan sampah sampai 8 kwintal dari jam 8:00 sampai jam 16: 00 WIB," ujar Samsu Dawam.
 
"Nanti kalau memang itu isinya bagus, itu kita akan upayakan lagi tingkat RW untuk kita berikan juga, nanti saya masih mencoba untuk tingkat Dusun itu nanti bisa kita berikan bobotnya satu kwintal dapat kita musnahkan dalam satu jam. Jadi alangkah efektifnya kalau setiap hari kita pakai..nanti mungkin titiknya kita tentukan. itu tidak ada asap cuma sari...ada filter..masuk sampah bisa dilebur," sambungnya.
 
Terkait pembelian mesin penanggulangan sampah, Kades Karang Asih telah mempersiapkan RAB nya dan akan mulai berjalan di tahun 2026.
 
"Mudah-mudahan dengan hadirnya nanti mesin tersebut bisa menjadi motivasi kita, bisa membuat semangat kita untuk bersih-bersih di lingkungan kita. Jadi enggak pusing lagi ngebuangnya kemana..jadi langsung bisa di lebur..karena nanti dari sisa pembakaran ada yang menjadi pupuk organik," tandas Kades Karang Asih.
 
Samsu Dawam Siap Maju Dua Periode
 
Selain pembehasan penangulangan sampah yang tak terselesaikan dan sedang dalam proses penanggulangannya. Kades Karang Asih juga mengemukakan tentang niat dirinya untuk maju kembali menjadi Kepala Desa di tahun 2026. Berdasarkan berbagai program lanjutan serta dukungan warga. Dirinya optimis dapat meraih kembali kursi kepemimpinan di Desa Karang Asih.
 
"Ya mudah-mudahan dengan adanya mesin sampah tersebut menjadi inisiatif kita di 2026..mudah-mudahan saya juga sudah deklarasi untuk dua periode," ungkap Samsu Dawam disambut dengan tepuk tangan serentak para tamu undangan.
 
" Ya artinya bagaimanapun bukan sayalah tapi kita semua, kalau saya pribadi enggak ada apa-apanyalah tanpa bapak-ibu sekalian..karena hal inibertahannya kita untuk melanjutkan pembangunan yang ada di Desa Karang Asih," tegasnya.
 
Lanjutnya," Bahkan saya yakin komitmen kita dari duduk awal di Desa sampaisaat ini..insyaallah kita masih istiqomah ingin membangun Desa kita menjadi Desa yang terbaik,"imbuhnya disambut sorak sorai para hadirin.
 
Ia juga meyakinkan para hadirin bahwa untuk selanjutnya bila terpilih kembali dapat di pastikan berbagai target pembangunan akan terealisasi dengan baik

"Karena kita juga akan membangun Gapura di depan Desa dan depan Desa saya pastikan bagus, karena apa..karena saya yakin tampak Desa bagus, rapih itu adalah cermin..cermin Kampung kita...kalau Desa nya rapih berarti Kampungnya rapih. Inilah yang menjadi inisiatip kita , cermin kita, supaya kita juga punya pembangkit semangat di masyarakat, juga kita di lingkungan," pungkas Kades Karang Asih, Samsu Dawam.
 
Hadir dalam kegiatan minggon tahun anggaran 2025 tersebut, Kades Karang Asihbeserta perangkat, Ketua BPD beserta jajaran, Ketua PKK beserta anggota, Kadus 3, Kadus 2, para Ketua RT dan RW se Desa Karang Asih.
 
 

(Iwan Joggie) HI


Selasa, 05 Agustus 2025

Kerja Sama Militer Indonesia - Singapura, Terfokus Pada Peningkatan Latihan Gabungan Antar Angkatan Bersenjata


JAKARTA, HI — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Pertahanan Singapura H.E. Mr. Chan Chun Sing, untuk membahas peningkatan kerja sama pertahanan, di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing ke Jakarta. Kunjungan ini memiliki makna khusus, mengingat Chan Chun Sing pernah menjabat sebagai Atase Pertahanan Singapura di Jakarta.

”Beliau pernah menjadi Atase Pertahanan Singapura di Jakarta saat saya menjabat sebagai Kapuspen TNI. Sekarang beliau kembali ke Jakarta sebagai Menhan,” kata Menhan Sjafrie usai pertemuan.

Dalam pertemuan bilateral, kedua Menhan membahas langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. 

"Fokus utama pembahasan meliputi peningkatan pelatihan bersama dan latihan gabungan antarangkatan bersenjata," terang Menhan.

Kedua negara sepakat untuk terus mempererat hubungan militer sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan membina hubungan baik sebagai negara bertetangga. 

"Direncanakan, TNI akan melaksanakan latihan di Singapura, sekaligus mengirim perwira untuk mengikuti program pelatihan bersama,"ungkapnya

Terkait kolaborasi dalam ASEAN Defense Ministers’ Meeting, Indonesia fokus pada dialog untuk meredakan ketegangan di kawasan. 

“Kami fokus pada dialog untuk meredakan ketegangan, bukan memperuncing situasi,” tutur Menhan Sjafrie.

Ditambahkan Menhan Sjafrie, Indonesia menegaskan pentingnya membina hubungan baik antarnegara guna mencegah konflik, sebagaimana pelajaran dari ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

"Sebagai negara berdaulat, Indonesia berkomitmen menjaga perdamaian, namun tetap siap menghadapi setiap potensi ancaman," pungkas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.


(Wenas) HI



Senin, 04 Agustus 2025

Terima Kunjungan Mendukbangga, Mendagri Dukung Penuh Peran BKKBN Dalam Menjaga Stabilitas Jumlah Penduduk


JAKARTA, HI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai tugas yang diemban Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam mengendalikan jumlah penduduk. Menurutnya, persoalan demografi menjadi salah satu isu utama yang perlu diperhatikan oleh kementerian tersebut.

Hal itu disampaikan Mendagri saat menerima kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (4/8/2025).

Ia menjelaskan, persoalan demografi salah satunya menyangkut upaya menjaga stabilitas pertumbuhan jumlah penduduk. Selain itu, juga mendorong penduduk agar lebih produktif.

Mendagri mengatakan, persoalan demografi merupakan salah satu isu yang menjadi atensi di beberapa negara maju seperti Jepang dan Korea. Tak sedikit masyarakat di negara tersebut yang lebih memilih hidup di wilayah perkotaan ketimbang di desa. Kehidupan di perkotaan yang sangat kompetitif membuat mereka tak fokus untuk berkeluarga. Kondisi ini memengaruhi angka kelahiran yang rendah di negara tersebut.

Karena itu, kata Mendagri, pemerintah di negara maju akan berupaya meningkatkan angka kelahiran penduduk. Selain itu, mereka juga akan berupaya mengembalikan penduduknya dari kota ke desa. “Sehingga banyak insentif diberikan,” ujar Mendagri.

Pemerintah Indonesia, kata Mendagri, telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menekan laju urbanisasi melalui penguatan perekonomian desa. Hal ini dilakukan, antara lain, melalui kebijakan Dana Desa yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di perdesaan. Dengan demikian, masyarakat desa tak lagi mengandalkan hidupnya di kota.

Di lain sisi, Mendagri juga akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah (Pemda) agar persoalan demografi menjadi bagian dari prioritas kepala daerah. Upaya membangun komunikasi itu akan melibatkan Kemendukbangga/BKKBN, termasuk pihak terkait lainnya. Melalui komunikasi tersebut, diharapkan dapat diberikan pemahaman mengenai pentingnya isu demografi, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

“Kalau kita ingin menaikkan ini menjadi prioritas mereka, maka kita harus membangun awareness,” jelasnya.

Ia meyakini, meningkatnya pemahaman kepala daerah terhadap isu demografi akan mendukung kerja-kerja penanganan persoalan tersebut. Hal ini salah satunya terkait dengan dukungan kepala daerah terhadap pegawai Kemendukbangga/BKKBN yang ditempatkan di daerah.
 
 
(Irfan) HI
 

Sabtu, 02 Agustus 2025

Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih Syariah di Desa Bilelando, Wamendagri : Penggunaan Modal Usaha Harus Tepat Sasaran !


LOMBOK TENGAH, HI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa penggunaan modal usaha Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih harus tepat sasaran. Modal pinjaman yang diberikan pemerintah melalui perbankan perlu dimanfaatkan sesuai dengan potensi desa, sehingga dapat meningkatkan produktivitas usaha.

Penjelasan tersebut disampaikan Bima saat berkunjung ke Koperasi Desa Merah Putih Syariah di Desa Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (2/8/2025). Dalam kunjungan itu, Bima Arya berdialog dengan para petani, nelayan, dan pihak terkait lainnya mengenai pengelolaan koperasi di daerah tersebut.

Dalam dialog itu, Bima menegaskan bahwa bantuan pinjaman modal usaha yang diberikan kepada Kopdeskel dapat mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar, tergantung pada prospek unit usaha yang dikelola. Ia mengingatkan, modal tersebut harus digunakan secara bijak untuk pembelian alat produksi seperti cold storage, alat pengering gabah, maupun gudang penyimpanan.

"Jadi nanti kalau ada uang, tolong saya menitip, dipastikan ini Ketua Koperasi, pengurusnya, diawasi oleh Pak Kades sebagai pengawas, supaya betul-betul uangnya itu digunakan untuk modal alat-alat yang dibutuhkan oleh nelayan, petani, dan semuanya," tegas Bima.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengurus koperasi, yang sebagian besar masih berusia muda. Bima menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai pelatihan untuk memperkuat kemampuan manajerial mereka.

"Jadi nanti Pak, kita sudah siapkan pelatihan-pelatihannya dari Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, supaya lebih pintar lagi, supaya lebih punya konsep lagi," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan, program Kopdeskel Merah Putih merupakan kebijakan strategis Presiden yang harus dikawal bersama. Ia pun menitipkan pesan kepada para kepala desa untuk membimbing dan menjaga kekompakan warganya agar koperasi desa dapat berjalan secara berkelanjutan.
 
 
(Heri) HI
 
 

HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

HARIAN INDONESIA

POSTINGAN UNGGULAN

Rumah Wakil Rakyat Dijarah Rakyat Temukan Ijasah Memukau, Ahmad Sahroni Nasdem Sebut Tuannya 'Orang Tolol Sedunia'

JAKARTA, HI – Rumah Wakil Ketua Komisi III DPR RI  dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) , Ahmad Sahroni, di kawasan Kebon Bawang, T...


POSTINGAN POPULER



NASIONAL


HARIAN INDONESIA

DAERAH